Bayi yang Terlahir dari Kepompong

kupu-kupu kecil di rumahku

“Kamu adalah bayi yang terlahir dari kepompong kupu-kupu yang cantik.”

Aku tak pernah paham, apa maksud Ayah yang sebenarnya. Tapi, ia selalu mengulang jawaban itu setiap kali aku bertanya siapa ibuku.

Dan setiap kali aku bertanya, ke mana Ibu pergi, alih-alih menjawabku, Ayah malah akan mengajakku berburu kupu-kupu.

“Ayo, Kuwanyauma*. Kita mencari kupu-kupu, untuk bertanya ke mana ibumu.”

Lalu, aku akan duduk di tengkuk Ayah, dan ia berlari-lari kecil menuju lapangan.

Itu dulu. Dulu Ayah selalu berkata begitu.

Dan sekarang … Ayah menunjuk ke kejauhan saat aku kembali bertanya, ke mana Ibu.

Aku mengikuti ke mana telunjuknya mengarah.

Di sana, di ujung sana, seorang perempuan tampak menggelayut manja di lengan seorang lelaki. Aku tak kenal keduanya, yang duduk di teras sebuah rumah temaram.

Kulihat mereka beranjak dari duduk, dan kemudian masuk melalui pintu yang sempit. Suasana ingar terdengar dari sana.

Aku adalah bayi yang terlahir dari kepompong kupu-kupu.

Aku menggumam lirih. Dadaku sesak. Aku menoleh pada Ayah.

“… dan apakah Ayah … ayahku?”

Ayah hanya geming.

 

 

*nama Indian yang berarti kupu-kupu yang cantik

Read more

Buih-Buih yang Keluar dari Mulutmu

11326387_996902180406657_1467249073_n

 

Kau tahu betapa butanya aku tanpa kacamataku?

“Meetingnya dimulai sejak pagi, Pa. Jadi aku berangkat duluan ya.”

Ya, kurasa kau tahu. Karena itu kau selalu ramai berkata-kata. Seakan aku tak bisa mengerti.

“Mungkin aku akan pulang tengah malam. Mereka sekalian minta diajak jalan-jalan.”

Kau dan lelaki itu. Pasti berencana untuk bersenang-senang di salah satu hotel berbintang itu kan?

“Jadi daripada aku bolak-balik, mendingan nanti aku mandi di kantor saja, dan langsung siap-siap untuk menemani para investor itu.”

Aku melihat kumbang kotoran masuk ke dalam mulutmu. Dan buih-buih kata pun semakin membuncah keluar.

“Baik-baik ya, Pa, di rumah. Sampai ketemu nanti malam. Eh, besok pagi.” Kau tertawa. Lalu mengecup bibirku.

Aku muntah seketika.

Kumbang di dalam mulutmu itu sangat menjijikkan.