Makan Malam Bersama di Meja Makan

YinYang of Looks
YinYang of Looks. By me.

“Tambah lagi nggak, Pak?”

Pak Danu yang duduk di kepala meja makan, melambaikan tangan. Bu Danu kembali menyendokkan nasi ke mulut. Sementara Dita dan Dani masih saling beradu argumen ini itu, dan saling mengejek.

“Terus, apa kabar Rio, Dit? Ciyeee, setelah lulus ini jadi pisahan dong.”

“Apaan sih? Memangnya kenapa?”

“Kan kamu pacarnya Rio.” Dani terkekeh-kekeh.

“Enak aja! Rio itu cowok baik, Kak! Tapi pacar? Nggaklah. Kan Bapak bilang nggak boleh pacaran dulu sebelum kuliah. Wek! Kamu kali yang pengin pacaran sama Nia. Ciyeeee … Kak Dani. Ditolak Nia, terus ngejek Dita deh. Wekkk …”

Pak dan Bu Danu cuma tersenyum-senyum. Suara sendok beradu dengan piring masih saja terdengar.

“Bu, tambah, Bu!” Dani menyodorkan piring. Bu Danu beranjak dan menambahkan nasi, sayur serta lauk ke piring Dani. Kibasan tangannya membuat lilin besar yang ada di tengah meja makan agak berkedip. Membuat bayang-bayang ruangan bergerak-gerak dinamis.

Dalam hati Pak Danu berdoa, semoga keluarganya lebih sering bisa menikmati makan malam bersama di meja makan seperti ini.

Tak seperti biasanya, di mana Dita akan makan di kamar sambil nonton Youtube. Atau Dani yang makan di depan televisi sambil main video games.

Pak Danu sungguh bersyukur, malam ini listrik mati.

Advertisements

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s