Ulat Bulu

 

Asli

Whua! Ulat!

Kasiran berlari, terus berlari menembus gang kecil yang jarak antarpintu yang berhadapan hanya semeter kurang, memanjang hingga berujung ke jalan kecil yang padat.

Kasiran masih terus berlari. Serasa seluruh rambut baik yang tebal ataupun yang halus, yang tumbuh di tubuhnya berdiri semua.

Kasiran bisa dengan gagah berani mengancam pengutang yang tak juga melunasi utang pada bos rentenirnya. Kasiran juga sering menggebrak meja para penyewa trotoar di jalan pasar saat ia menagihkan uang sewa pada juragannya.

Tapi Kasiran tak tahan terhadap ulat. Ulat bulu berwarna hitam ginuk-ginuk menggelikan.

Kasiran terus berlari. Sesekali ia menoleh ke belakang. Langkahnya semakin cepat.

Whua! Tahu begini, ia tidak akan mengganggu Septi! Tidak akan dia menyergap Septi, si penyanyi dangdut itu, sepulang dia manggung, dan lalu diseretnya ke kebon pisang pinggir kampung!

Mana dia tahu, kalau dari dalam tubuh Septi bisa keluar ulat bulu? Ulat bulu nggilani yang kini mengejarnya.

Masih terbayang di matanya, bagaimana ulat-ulat bulu kecil satu per satu keluar dari semua lubang yang ada di tubuh Septi. Bahkan lubang yang sekiranya hendak dimasukinya.

Seluruh rambut halus dan bulu-bulu tubuh Kasiran makin meremang.

Ia menoleh ke belakang.

Ulat-ulat bulu itu semakin dekat, dan semakin dekat.

Advertisements

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s