Matinya si Supir Mobil Jenazah

forlorn

Aku terkantuk-kantuk di belakang kemudi.
Berkali-kali aku masih mengomel dalam hati.
Mengapa harus dikuburkan malam-malam begini sih? Apa tidak bisa besok pagi? Aku ngantuk sekali!

Suasana pekuburan begitu sepi. Tak tampak seorang pun penggali.
Hiy!
Aku bergidik.

Jadi, apakah aku juga harus menguburkannya sendiri? Berarti, aku harus minta naik gaji!

Kubuka pintu belakang, dan kuseret keranda keluar. Dalam kegelapan malam, kumakamkan jenazahku sendiri.

 

 

 

Advertisements

One thought on “Matinya si Supir Mobil Jenazah

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s