Jejadian

Eye-Heart-You

Hari ini, pekerjaan membuatmu begitu lelah. Gegas kau pulang, agar bisa segera tidur. Berharap besok bosmu pun datang kesiangan.

Di tengah jalan, kau gelagapan mengerem sepeda motormu. Terpelanting karena kau tak bisa menjaga keseimbangannya.

Apa itu tadi yang menyeberang?
Matamu nanar melihat sekeliling.

Anjing yang tadi menyeberang jalan sembarangan, nampak menatapmu dengan mata memelasnya di pinggir jalan.

Kau mengumpat keras. Kau ambil kerikil di dekat kakimu, dan kaulemparkan pada anjingmu. Mulutmu masih mengeluarkan sumpah serapah yang panjang.

Anjing itu terkaing. Matanya berdarah kena kerikilmu, dan ia berlari menjauh.

Sesampainya di rumah, kau hela napas panjang. Jerit tangis anak bayimu terdengar sampai ke jalan.

“Ada apa? Kenapa dia menangis?”

Istrimu pun kebingungan. “Aku tak tahu. Tadi dia tidur. Tahu-tahu menjerit keras.”

Kaulihat mata anakmu mengeluarkan darah segar.

Advertisements

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s