Wajah yang Aku Benci

Semalam aku dan istriku melakukan permainan yang sangat seru. Entah ide siapa sebetulnya, tapi aku setuju, permainan itu sungguh menarik.

Kami berdua membayangkan wajah-wajah orang yang dibenci. Lalu kami pilih satu yang paling dibenci. Begitu kami benci hingga rasa-rasanya bisa saja kami bunuh.

Setelah itu kami gambarkan sosok orang yang ingin kami bunuh itu di atas kertas.

“Aku tak pandai menggambar. Kamu pun tahu itu. Tapi entah kenapa aku bisa menggambarkan sosok itu demikian jelas. Sungguh, rasa benci itu mengerikan, Suamiku.”

Begitu katamu.

Aku tersenyum, seraya melemparkan kertas yang sudah kugambari ke dalam perapian. Menyusul kertasmu yang sudah lebih dulu dilalap api.

Kami sepakat, tidak akan saling mengungkap wajah siapa yang ada di kertas masing-masing. Biarlah rahasia itu ikut mengabu.

“Aku tidur duluan ya, Sayang,” pamitmu.

Aku mengangguk. Namun mataku tak juga lepas dari percik api yang melahap kertasku.

Kertas yang bergambar wajahmu.

Advertisements

One thought on “Wajah yang Aku Benci

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s