Setan-Setan

17495193_1872145446392308_3436102505430253568_n
Sketsa by Carolina Ratri

Setan-setan itu gentayangan!

Mereka ada di mana-mana. Mereka mengikutiku ke loteng, ke kamar, ke dapur. Mereka ada di dalam lemari, di dalam akuarium, bahkan di dalam kloset. Siang malam mereka mondar-mandir, setiap waktu mereka ada. Aku bisa merasakannya ketika setan-setan itu mengelilingiku. Aku juga bisa merasakan mereka datang, bahkan saat aku tidur.

“Mungkin kamu perlu sedikit rileks,” katanya. Ia menepuk-nepuk punggungku, kemudian berjalan memutar dan duduk di kursinya yang empuk. Ia berputar lagi di atas kursinya, kini membelakangiku.

Dengar!
Setan-setan itu kembali mengelilingiku sekarang. Mereka bilang, bunuh! Bunuh! Bunuh!

Kutatap punggung si Bos. Berlatar belakang langit biru, ada beberapa burung hitam terbang mondar-mandir di luar kaca lantai 40.

Aku berdiri. Mengaitkan kembali braku, mengancingkan kembali kemeja. Aku berjalan menghampiri si Bos, sembari kurapikan rokku yang juga berantakan.

Setan-setan kembali berteriak.
Saatnya! Saatnya membebaskan dirimu! Sudah bertahun-tahun!

Kini aku tepat berdiri di belakang kursinya. Langit biru masih cerah. Kaca bening seakan lesap, membuat antara ruang dan langit jadi seakan tak berbatas.

Si Bos menoleh. . “Apa ….” Teriakannya menjauh.
Seiring kaca yang pecah.

Advertisements

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s