20213825_361200277631289_2691785347343319040_n

 

Aku menatap stoplesmu di atas buffet. Tampak kosong. Tampak hening. Kau membelinya setengah tahun lalu di sebuah garage sale.

Untuk apa kaubeli? Tanyaku begitu kaubawa pulang.

Kaukedikkan bahu.

Entah. Mungkin akan kupenuhi dengan waktu yang tersisa sedikit-sedikit setiap hari.

Untuk apa? Tanyaku lagi.

Untuk tabungan waktu, jawabmu cepat. Kalau suatu kali kita kehabisan waktu, kita bisa mengambilnya dari stoples ini.

Aku mengernyit.

Kau dan absurditasmu. Gumamku.

Kau hanya tertawa waktu itu.

Kuraih stoples itu. Lalu kukeluarkan waktu yang sudah kaujejal-jejalkan ke dalamnya.

Mungkin belum terlalu sia-sia.

Lalu kutuangkan abu berwarna abu-abu yang sedari kemarin mengisi guci berukir itu ke dalam stoples. Kuraup kembali waktu yang tadi telah kukeluarkan, dan kembali kujejalkan ke dalam stoples.

Kau dan waktumu, yang telah sama-sama berhenti. Bersama beku, bersama air mata yang kering.

Advertisements

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s