18096252_1339167619503852_2072866442432217088_n

Mata-mata tergantung di langit-langit begitu banyaknya. Mereka berpendar-pendar, seperti bintang-bintang.

Lalu seberkas cahaya kilat menyambar. Bagai anak panah yang dilepas Arjuna, cahaya itu memecahkan satu per satu mata yang tergantung, diiringi suara ledakan yang pekak. Sekali, dua kali, … dan terus menerus. Menusuk-nusuk telinga.

Argh! Tutup telingamu! Kau takkan tahan mendengarnya!

Setelah satu per satu mata itu meleleh, keluarlah kerlap-kerlip sinar begitu banyaknya. Naik turun, berlenggak-lenggok.

Kerlap-kerlip itu, bagaikan menari, terbang ke arah kota. Kota yang gelap. Gelap akan dosa para penduduknya. Mereka akan mengambil mata-mata para pendosa, untuk kemudian digantung, menggantikan tempat mata-mata yang tadi diledakkan.

Mata-mata baru yang tergantung itu, pada saatnya nanti, diledakkan kembali. Mereka memecah, menjadi kerlap-kerlip. Lalu, terbang mencari mata pendosa yang lain.

Demikian seterusnya, dari kota gelap ke kota gelap yang lain.
Hingga akhirnya tak tersisa lagi mata di muka bumi.

Advertisements

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s