Apa Itu Sedih?

Sketsa: Carolina Ratri

 

Hari ini, Dinda anak perempuan satu-satunya, kemoterapi yang ketujuh.

“Sakit, Bunda …”

Ia hanya diam, lalu mengelus kepala anaknya yang terkulai di pangkuan.

Timang-timang, anakku sayang, jangan menangis. 
Bunda di sini …

Biasanya sih kalau dinyanyiin lagu itu, Dinda akan diam. Tenang, lalu tertidur.

“Nggak mau kemo lagi, Bunda. Dinda nggak tahan.”

Ia hanya mendesis, menyuruh anak kesayangannya diam.

Timang-timang, anakku sayang, jangan menangis.
Bunda bernyanyi …

“Dinda takut mati, Bunda …”

Dipeluknya si gadis kecil dengan erat. Seakan tak akan pernah dilepaskannya pada kematian.

Ia terus bernyanyi. Untuk membuat anak kesayangannya kuat menjalani semua. Sejak muda, ia memang fans-nya Mas Anang dan Mbak Yanti. Sedih sih, saat mereka pisah. Tapi lagu itu terus dinyanyikannya, terutama saat Dinda resah.

Resah karena penyakitnya, ataupun gelisah karena hal yang lainnya.

Dan selalu berhasil.

Dinda selalu tersenyum setelahnya. Ia pun yakin bisa mengandalkan lagu itu untuk meredakan sakit Dinda.

Timang timang anakku sayang
Cepatlah tidur janganlah nakal
Timang timang anakku sayang
Mimpi yang indah nyenyakkan tidurmu

Ya, Dinda memang selalu tenang setelah dinyanyikan lagu itu.

Tapi malam ini, Dinda malah menangis.

“Bunda, terus, siapa yang akan menyanyikan lagu itu untuk Dinda kalau Dinda sedih, kalau Dinda sakit? Bunda tega sekali.”

Tubuh Bunda sudah kaku di atas dipan. Serangan jantung membuat Bunda tenang kini.

Advertisements

One thought on “Apa Itu Sedih?

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s