Ular itu mendesis-desis. Lidahnya yang panjang terjulur-julur keluar dari mulutnya. Ia menatapmu.

Kau menjerit nyaring.

Ia mendekatimu.

Kau terperangkap! Tak bisa lari lagi. Terpojok ke sudut ruang. Kau berteriak memanggil suamimu.

“Tolong!” lolongmu.

“Kenapa kau begitu ketakutan? Istriku! Ini aku! Aku! Suamimu! Hei!”

Mengapa terdengar suara suamimu dari dalam tenggorokan ular yang mendesis-desis di hadapanmu itu?

Kemudian kau teringat.

Tadi siang kau mengantar anakmu mengunjungi kebun binatang. Di kandang ular besar itu kau tepekur, kakimu kaku tak dapat bergerak. Lalu, entah kenapa kau mendekati kandangnya, dan mengulurkan tanganmu. Ular menatapmu, mendekatimu, mematukmu.

Dan sejak itu, semua orang nampak berkepala ular.

— Σnd —

100 kata
Gambar diambil dari sini.

Yogyakarta, 2 September 2015 @ 14:38

Untuk tantangan menulis #FFRabu Monday Flashfiction @MondayFF

Terinspirasi dari fiksimini:

SEPULANG DARI KEBUN BINATANG. Suamiku jadi selalu mendesis dan menjulur-julurkan lidahnya.
– Carolina Ratri –

Advertisements

2 thoughts on “#FFRabu – Sepulang dari Kebun Binatang

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s