Perempuan-Senja-dan-KenangaSetelah 482 tahun, ia akhirnya bisa tersenyum.

Kepada siapa ia menujukan semua kata-kata cinta itu telah datang kini, beringsut turun dengan sayap yang mengepak pelan. Kertas-kertas surat cintanya beterbangan terkena angin dari kepak sayapnya. Banyak yang langsung lebur menjadi debu, karena berusia ratusan tahun.

“Tak pernah kumenyesal karena memutuskan menunggu dan menulis semua surat ini. Meski aku harus merampas begitu banyak nyawa lain untuk menyambung nyawaku sendiri. Aku tahu kau lambat laun pasti datang. Kini kau benar-benar datang,” lirihnya.

Lelaki bersayap itu mencium pipinya, dan mereka berpegangan tangan erat.

Kabut turun. Kertas-kertas beterbangan mengelilingi mereka. Semakin lama semakin cepat.

Semakin cepat.

— Ξ£nd —

100 kata

Yogyakarta, 29 April 2015 @ 22:38

Untuk tantangan menulis #FFRabu di linimasa @MondayFF

Kayaknya harus dibikin versi panjangnya nih. Ga puas 😐

Advertisements

2 thoughts on “#FFRabu – Ujung Penantian

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s