Fiksimini: Bangun

♠ IBU, BANGUN! Ibu tetap tak bergerak. Sedikit demi sedikit tubuhnya melebur menjadi debu dalam waktu singkat.

♠ IBU BANGUN! Cepat sembunyikan tangan Ayah yang tercecer di kulkas!

♠ IBU BANGUN. Mana anakku? Tanyanya dalam hati sambil memandang berkeliling. Air masih setinggi pohon kelapa. Ibu terduduk di awan.

♠ “BANGUN, NAK! Ini kubawakan cincin yang pernah kaupinta kemarin.” “Buat apa, Bu? Ibu sudah menjual seluruh jariku.”

♠ KEMALAMAN. “Ton! Bangun, Ton!” Ayah menggedor pintu batu nisanku.

♠ SIAL! SUAMINYA BANGUN! Aku buru-buru lari masuk kembali ke dalam cermin.

♠ SUDAH PAGI. Kakak menggeliat dan bangun, lalu mulai berkotek-kotek.

♠ BANGUN PAGI. Jam weker menjerit. Adik melompat keluar dari perut Ibu.

♠ JAM BERDENTANG DUABELAS KALI. Andi beranjak ke tempat tidur. Tokoh-tokoh dongeng dalam bukunya satu persatu bangun dan mulai bermain.

♠ KESIANGAN. Presiden menyesal karena telat bangun. Rakyatnya sudah habis tersapu badai.

♠ TERLOMPAT KAGET. Gara-gara suara tembakan itu aku terbangun. Kulihat jantungku jatuh menggelinding.

♠ SUBUH TADI. “Pak, bangun!” Tapi hanya ada asap putih tipis melayang-layang di atas tempat tidur Bapak.

♠ MOTIVASI “Kamu jatuh? Wah, cepat bangun! Semua akan baik-baik saja,” kataku pada cermin di depanku.

Advertisements

One thought on “Fiksimini: Bangun

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s