Tawa Bayi

Aku tiba-tiba saja jadi ikut tertawa. Tawa bayi itu memang menggemaskan. Betul kan? Tuh, dia tertawa lagi. Aku pun lagi-lagi ikut tertawa.

Ah, jangan bilang aku orang gila dong, hanya karena aku tertawa sendiri. Coba saja, kamu dengarkan tawa seorang bayi. Lucu kan? Pasti kamu juga akan tertular dan ikut tertawa.

Tawa bayi itu benar-bener menggemaskan. Kamu pasti setuju denganku.

Masalahnya …

Sekarang ini sudah pukul 3 pagi. Dan aku sendirian di rumah ini.

… dan juga … aku tidak punya anak, apalagi bayi.

BAH!

Rumah ini bertingkah lagi.

— Σnd —

Yogyakarta, 31 Maret 2014 @ 22:05

87 kata

Advertisements

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s