“Sudah siap, Bu! AC sudah terpasang. Plasma TV sudah ada. Wifi juga sudah lancar.”

“Oh, bagus!”

Saya pun lantas memeriksa sekeliling.

“Ada yang kurang!”

“Apa ya, Bu?”

“Saya juga butuh loofah!”

“Loofah?”

“Iya. Loofah. Sikat punggung, tau kan? Yang buat nyikat punggung kalo mandi itu lho! Ah, maneh mah udik pisan! Masa’ sikat punggung ga tau?”

“Oh, iya deh. Nanti saya cariin. Penting ya, Bu?”

“Ya pentinglah! Saya mah selalu menjaga tubuh! Biar nanti kalo ada wartawan, saya tetep keliatan kinclong di tivi! Ga cuma wajah yang kinclong. Saya kan perfeksionis. Sampe ke punggung-punggung juga harus terawat. Biarpun tertutup pakaian.”

Lelaki di hadapan saya manggut-manggut. “Ya sudah, nanti saya bilang Kalapas.”

—– Σnd —-

Yogyakarta 7 Januari 2014 @ 21:45

111 kata dalam rangka #FF111 tiap Selasa dan Jumat.

Topik kali ini dipersembahkan oleh @kes_chia: SIKAT PUNGGUNG.

Ini nulisnya sambil ngebayangin si ibu itu tuh, yang lagi ada kasus korupsi, yang biasanya kinclong di depan kamera, tetiba jadi kusut banget 😆

Advertisements

5 thoughts on “Tentang Sikat Punggung

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s