Rahasia Ibu

 

Laurie terbangun dari tidur. Ada suara pelan yang mengusiknya datang dari arah dapur rumahnya. Laurie mengendap-endap turun dari kamarnya di lantai dua.

Hanya hening.

Tiba-tiba ada suara kenop pintu diputar, dan dibuka. Lalu ditutup lagi. Laurie berlari, masih dengan kaki berjingkat, ingin memergoki siapa atau apa yang menimbulkan suara tadi. Tapi tak ada siapa-siapa di dapur. Laurie berlari menuju jendela. Dia berusaha melihat keluar. Tapi tak ada siapa pun.

Sudah sejak beberapa hari yang lalu, Laurie selalu terbangun tengah malam, dan mendengar suara-suara itu.

Penasaran.

 

≈ ≈ ≈

 

“Kenapa sih Ibu kerjanya malam?”

Ibu hanya tersenyum.

“Emang Ibu kerjanya di mana sih?”

Ibu masih saja tersenyum, tanpa memberi jawaban.

“Jangan-jangan, Ibu…” Laurie menggantung kalimatnya, tak mampu meneruskan.

“Laurie!” tegur Ibu. “Yang penting, semuanya Ibu lakukan untukmu, Sayang.”

Laurie diam. Tak percaya.

“Dan Ibu bukan orang jahat.”

Laurie tetap diam.

 

≈ ≈ ≈

 

Malam itu.

Laurie terkantuk-kantuk di salah satu sudut di halaman rumahnya, tersembunyi di balik bayang-bayang pohon. Sepertinya sudah hampir tengah malam, dan belum ada tanda apa-apa.

Tapi…

Tiba-tiba Ibu keluar dari pintu dengan membawa sapu. Setelah sejenak mengawasi sekitar dan memastikan tak ada yang melihat, ditungganginya sapu itu di antara kedua kakinya.

Tak lama kemudian, Ibu membubung ke angkasa.

 

—– Σnd —–

Advertisements

One thought on “Rahasia Ibu

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s