Pernyataan Cinta yang Terlambat

 

Nyenyat.

Gelita.

Ada desah nafas samar-samar di sampingku.

“Aku mencintaimu,” ucapku lirih.

Langit seakan mengamini.

“Kamu adalah separuh jiwaku,” ucapku lagi.

Langit masih mengamini.

“Kamulah yang terbaik di dunia,” lagi-lagi aku berbisik lirih.

Langit lagi-lagi mengamini.

Aku tak pernah mengharapkannya menjawab semua pertanyaan dan pernyataanku.

Tak pernah.

Aku menghela napas dalam-dalam, lalu mendongak menatap langit.

“Kamulah segalanya!” teriakku akhirnya.

Desau angin mendesir melewati pipi dan telingaku, seiring bertambah matangnya malam.

Satu bintang di atas sana berkedip.

Aku tak dapat membendung air mataku.

Dia mendengarku.

 

♥ ♥

 

Aku duduk di sampingnya.

“Aku lebih mencintaimu,” jawabku atas pernyataannya.

Hening.

“Kamu bahkan seluruh jiwaku,” jawabku lagi.

Hening.

“Kamu lebih baik dari yang terbaik,” jawabku selanjutnya.

Hening.

Aku tersenyum ketika akhirnya dia meneriakkan pernyataannya.

“Aku mendengarmu.”

Aku mencium pipinya, lalu terbang ke atas bintang.

Dan berkedip padanya.

 

 —– Σnd —–

Advertisements