Tikus

Hey!

Aku tikus. Tikus yang setiap hari berlari melintasi meja makanmu. Tikus yang setiap hari mengendap-endap di dalam lemari makanmu. Tikus yang setiap hari mengencingi makananmu.

Ha ha!

Tak perlu pintar bukan, untuk bisa makan enak. Yang kau perlukan adalah kecepatan lari, dan tahu kapan kau harus beraksi. Kalau kesempatan itu datang, segera kau lari menujuΒ  makanan yang kauinginkan dan langsung bawa pergi.

Tapi hati-hati saja kalau ada jebakan itu. Salah langkah, benda itu akan menjepit perutmu. Ususmu akan terburai dalam bisu.

Atau racun warna warni itu. Ha ha! Baunya memang enak. Tapi tenggorokanmu akan terbakar kalau kau memakannya. Detik berikutnya, tubuhmu kering seperti kerupuk.

Oh. Kau bertanya, dari mana aku tahu semua itu?

Ha ha ha! Aku dulu manusia, salah satu dari mereka. Ya! Seperti dirimu juga.

Dulu aku manusia yang makmur. Pekerjaanku di parlemen membuatku kaya dan berkuasa. Kursi kerjaku mahal dan empuk. Ruang kerjaku ber-AC sejuk. Akulah sang pimpinan pucuk. Semua orang tunduk.

Hingga akhirnya mereka menjebloskanku ke penjara. Mereka bilang, aku menggelapkan uang negara. Mereka membiarkan aku membusuk di sana. Lalu aku minta mati saja.

Dan di sinilah aku. Reinkarnasiku tak terlalu jauh. Ini cukup menyenangkan. Karena tak jauh beda.

Sungguh. Tak jauh beda.

—————————-

image dari sini.

Advertisements

18 thoughts on “Tikus

Komennya dong, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s